Smartphone Berjaringan 5G Mulai Ramai di Indonesia.

Dirut Telkom: Indonesia kini Belum Butuh 5G

Siang itu di kantor*, penulis sempat mengajak ngobrol rekan kerjanya tentang smartphone berjaringan 5G yang sudah ramai di Indonesia.

“Hp S seri terbaru buka PO, jaringannya udah 5G” ujar penulis kepada rekannya

“oh iya? Hp yang buka tutup itu bukan?” jawabnya.

“bukan, baru lagi tapi harganya sama-sama mahils”

“iya ih mahils” ujar si rekan sambal mengerutkan dahi.

“makin banyak ya hp 5G, ai hp kita yang 4G bisa ke 5G kan?”

Tibalah rekan senior memberi argumennya “Kalian ngerasa gak, abis beli Hp entah itu dirawat sampe awet, tetep aja bakal keganti cepet.”

“hmm bisa jadi, emang kenapa?” jawab kami

“iyaa soalnya aplikasi atau software bakal terus minta update. Malah aplikasi ngebatasin update-nya sampe edisi tertentu. Jadi mau gak mau ya ganti” tutur rekan senior.


Hm iyaa juga sih, pikir penulis.


Malah, belum tentu juga warga Indonesia mampu membeli HP baru dengan cepat dan kualitas mumpuni. Sudah nyambung ke internet saja sudah bersyukur. Apalagi sekarang, lagi masa WFH untuk para pelajar dan sebagian pekerja yang membutuhkan alat elektronik untuk menunjangnya.


Tapi… kalau dipikir-pikir smartphone berjaringan 5G sudah ramai, kok jaringan internet di Indonesia tetep aja lelet ya??


Eh..


Maksudnya, smartphone 5G sudah ramai di Indonesia, apakah kita sudah siap dengan jaringan 5G?


Tentunya perlu rencana matang untuk mengambil keputusan yang menyangkut kebutuhan bersama. Nah menurut Dirut PT Telkom Indonesia Tbk Ririek Adriansyah, kini Indonesia belum perlu jaringan internet 5G karna konsumsi data internetnya masih rendah.


Pada 2020 konsumsi data internet di Indonesia baru mencapai 10 GB. Sudah jauh tertinggal dari Korea Selatan yang sudah mengonsumsi data internet 200 sampai 300 GB. Jadi wajar, kalau Korea Selatan sudah menggunakan 5G.


Selain itu, 5G belum perlu di Indonesia karena keperluan dari sisi industry belum tinggi dan masih bisa ditutup oleh jaringan internet 4G. Tidak menutup kemungkinan, 5G di masa mendatang akan dibutuhkan oleh Indonesia.


“tapi yang penting saat ini adalah bagaimana konektivitas bekerja, kemudian untuk berbagai sektor barangkali memerlukan layanan yang lebih mumpuni, bisa gunakan 5G” tutur Ririek di acara Akselerasi Pemulihan Ekonomi secra virtual, Selasa (26/01) (cnnindonesia)

1.

Salah satu keunggulan 5G yaitu kecepatan internetnya mencapai 10 Gbps. *wow buffering lewat*

Tapi untuk menghadirkan 5G dibutuhkan spektrum frekuensi minimal 100 MHz. Sayangnya, saat ini Indonesia di rentang pita 1-6 Ghz, belum memilki spektrum frekuensi yang memadai 5G.


Untuk kalian yang sudah punya smartphone berjaringan 5G mohon bersabar, tinggal nunggu waktu yang tepat ya. Nah, karna udah punya smartphone baru, sampai saat ini kamu udah berapa kali ganti smartphone sih? (mdy)


(* = Sesuai kebijakan pemerintah 75% pegawai wfh dan 25% pegawai wfo).

32 tampilan0 komentar