Migrasi ke TV Digital Lahirkan Peluang Peningkatan Ekonomi Digital


Proses migrasi TV analog ke digital yang resmi diberlakukan pada November 2022 merupakan salah satu upaya transformasi digital di Indonesia. Migrasi ke TV digital ini juga akan menghasilkan multiplier effect dalam ekonomi digital.


Seperti yang dikutip dari laman Unpad, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang juga Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika dan Kementerian Kominfo RI Prof. Dr. Ahmad M. Ramli mengatakan berdasarkan kajian dari Boston Cosulting Group pada 2017, multiplier effect dari TV digital akan membuka 181 ribu penambahan kegiatan usaha baru, 232 ribu penambangan lapangan kerja baru, hingga peningkatan pajak dari PNBT sebesar Rp 77 T dan peningkatan kontribusi PDB nasional sebesar Rp 443,8 T.


“Kenapa seperti ini? apalagi pandemi ini, semua bergerak ke telekomunikasi,” kata Prof. Ramli dalam Seminar daring kerja sama FH Unpad dengan Hima Hukum TIKKI FH Unpad dan Kementerian Kominfo RI.


Semakin berkembangnya teknologi bidang komunikasi akan melahirkan beragam inovasi lapangan kerja. Prof. Ramli mencontohkan, dulu saat teknologi komunikasi masih di tingkat 2G dan 3G, tidak mungkin ada aplikasi layanan daring. Kini, dengan teknologi 4G, orang bisa bekerja melalui aplikasi daring.


“Terbuka jutaan lapangan kerja hanya dengan kita beralih ke 4G,” imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan memaparkan manfaat dari migrasi ke TV digital yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Di antaranya adalah peningkatan kualitas siaran dan program. “Selain itu, konten TV juga akan lebih baik dan beragam,” ujar Farhan yang juga alumnus Unpad tersebut.(**/ftr)

34 tampilan0 komentar